search engine

postingan terbaru

Kamis, 21 Agustus 2014

Pengkoneksian / Penyambungan Rangkaian Kontaktor


Penyambungan Rangkaian Motor On Off (interlock)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrJw-q8iV5X2f45ESd7p2Jn7bfdOYdWLoHgNHFS5BqJEoQmeefY68N28LwNizEHNKlx_cFPx1_Rrx25gpoKZOTKWywhHCU9eeF9jn7uugfkZxcW2MWtm2UKlX5EC2h6346pdrOg1KFhak/s400/wiring+DOL+starter+motor+on+off+interlock.PNG
klik gambar untuk memperbesar atau mendownload
Rangkaian ini dikenal juga dengan istilah DOL Starter seperti artikel yang pernah saya bahas sebelumnnya. Sebelum melihat gambar penyambungan rangkaian motor On Off ini, anda sebaiknya membaca artikel saya yang berjudul InterLock Kontaktor.. disana anda akan menemukan penjelasan apa dan bagaimana cara kerja rangkaian ini, berikut juga wiring diagramnya.

Di foto gambar penyambungan rangkaian motor On Off ini, saya menggunakan tegangan 380V pada kontrol pengendalinya. Artinya, disini saya menggunakan Kontaktor 380V agar lebih efisien. Nah... bagaimanakah wiring diagramnya bila menggunakan kontaktor 220V? (cari caranya sendiri yahh.. :P).


Penyambungan Rangkaian Motor Star Delta (Bintang Segitiga)
klik gambar untuk memperbesar atau mendownload
Dalam penyambungan rangkaian motor star delta ini, mungkin sedikit agak berbeda dari wiring diagram yang ada pada artikel saya sebelumnya yaitu yang berjudul Wiring Diagram Star Delta dan Pengaplikasian Kerja NO dan NC Proteksi Motor Listrik. Tetapi tidak akan menjadi masalah, karena prinsip kerjanya tetaplah sama.

Disini saya menggunakan 1 tegangan pada rangkaian pengendalinya.. yaitu 220V untuk Kontaktor dan Timer. Khusus untuk timer, saya menggunakan Omron H3CR-A8, 220V, yang mempunyai range 0~30 Jam. Selamat menikmati keruwetan gambarnya.. :)

Penyambungan Rangkaian Motor Forward Reverse (bolak balik)

klik gambar untuk memperbesar atau mendownload
Pada gambar diatas, secara prinsipanya sama dengan wiring diagram yang terdapat pada artikel saya sebelumnya yang berjudul Wiring Diagram Motor Bolak Balik (Forward Reverse), hanya saja disini saya memasang NC dari thermal overload langsung pada koil kontaktor, dan NC dari K1 dan K2 yang terhubung dari NO tombol masing-masing. Silahkan untuk membandingkan wiring diagramnya dengan foto gambar penyambungannya diatas

Prinsip kerjanya adalah, bila tombol fwd ditekan maka motor akan berputar kekanan. Untuk memutar balik putaran motor kekiri maka perlu ditekan terlebih dahulu tombol Off, baru bisa memutar kearah sebaliknya (kiri) dengan menekan tombol rev. Dan untuk mematikannya tekan tombol Off yang sama, karena fungsi tombol Off disini untuk memutuskan kedua fungsi kerja rangkaian.
Penyambungan Rangkaian Motor Off dengan Timer
klik gambar untuk memperbesar atau mendownload 
Rangkaian ini belum pernah saya bahas sebelumnya, tetapi bila anda jeli untuk mempelajari artikel-artikel tentang wiring diagram saya yang ada di blog ini, maka anda pasti akan menemukan prinsip dasar kerjanya.

Prinsip kerja dari rangkaian ini adalah, memutus kerja rangkaian kontaktor sesuai dengan waktu yang diinginkan secara otomatis dengan timer. Pada rangkaian ini, saya juga memasang tombol off sebagai pemutus rangkaian manual. Hal tersebut semata-mata hanya untuk menjaga kalau-kalau kerja rangkaian tersebut tidak sesuai yang diharapkan atau mengalami masalah (trouble).

Penyambungan Rangkaian Motor Work Interchangeably (Kerja Bergantian)


klik gambar untuk memperbesar atau mendownload
Khusus untuk foto gambar rangkaian ini, saya mengadaptasikan kerja rangkaian lampu flip-flop seperti pada artikel saya sebelumnya yang berjudul Wiring Diagram Rangkaian Lampu Flip Flop Menggunakan TDR (Timer), dengan hanya menggunakan 2 timer saja pada kerja rangkaiannya. Rangkaian ini bisa diaplikasikan pada rangkaian kerja motor sirkulasi, atau kerja motor induksi 3 phasa yang bekerja secara terus menerus. Pada sistem kerja seperti itulah rangkaian ini sangat dibutuhkan, agar motor induksi dapat diistirahatkan kerjanya. Karena pemakaian yang  terlalu lama bisa  juga mengurangi umur  sebuah motor induksi.

Prinsip kerjanya adalah, ketika tombol On ditekan maka motor 1 akan bekerja sesuai waktu yang diinginkan. Ketika telah mencapai waktunya, maka motor 1 akan mati dan bersamaan itu juga motor 2 akan bekerja sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Dan begitu telah mencapai waktunya, maka motor 2 akan mati dan motor 1 akan menyala lagi sesuai ketetapan waktunya.. begitu seterusnya. Dan untuk mematikan kerja rangkaian ini, cukup dengan menekan tombol Off. Rangkaian ini menggunakan tegangan 220V pada rangkaian pengendalinya, artinya Timer, Relay dan Kontaktor menggunakan koil bertype 220V (perhatikan pengabelan yang berwarna hijau terang).
Penyambungan Rangkaian Motor Bolak Balik dengan Waktu Tunda Putaran
Penyambungan Rangkaian Motor Bolak Balik dengan Waktu Tunda Putaran
Kerja rangkaian ini mirip dengan rangkaian lampu flip-flop witth TDR yg sudah dibahas sebelumnya. Namun dalam pergantian putaran motor saya selipkan Timer 3 sebagai delay penunda putaran. Timer 1 dan Timer 2 adalah Timer setting waktu lama putaran motor untuk Kontaktor 1 dan Kontaktor 2 (K1 & K2)

Cara kerja rangkaian adalah, ketika select switch di ON maka T3 menghitung waktu tunda untuk memulai kerja K1 (misal 10 detik). Setelah K1 bekerja sesuai waktu yang ditetapkan oleh T1, maka R1 akan bekerja untuk mereset T3 untuk menunda kerja K2. Setelah waktu tunda selesai maka K2 akan bekerja sesuai waktu yg ditetapkan T2. Dan ketika waktu kerja K2 selesai, maka T2 akan menghidupkan R2 dan mereset rangkaian sehingga waktu tunda bekerja lagi untuk menghidupkan K1.

Rangkaian ini akan bekerja terus menerus bergantian memutar balik putaran motor. Untuk mematikannya cukup memilih off pada select switch. Kesimpulan kerja rangkaian ini adalah, saat rangkaian di On, 10 detik baru menyala kearah kanan. setelah 10 menit motor akan berhenti 10 detik. Setelah 10 detik, motor akan berputar ke kiri. Setelah berputar kearah kiri 10 menit, maka motor akan berhenti 10 detik kembali. Dan setelah itu, motor akan kembali berputar ke kanan, begitu seterusnya..

....Catatan
·         Motor Induksi 3Ø/380V diatas 5 HP, harus dihubung star delta. (atau baca dulu penjelasan tentang name plate-nya disini)
·         Karena penampakan gambar rangkaian diweb browser ini amat terbatas, Anda disarankan untuk mendownload gambar-gambar yang ada dan mencetaknya dengan printer berwarna agar lebih jelas mempelajarinya.
Demikian saja pembahasan saya untuk foto gambar pengabelan / penyambungan rangkaian kontaktor ini. Untuk pertanyaan yang ada, mungkin bisa ditulis di page Elektro Mekanik..

terimakasih.. selamat belajar...

________________________________
Sumber: http://electric-mechanic.blogspot.com

Rabu, 20 Agustus 2014

resistor atasi MCB listrik ngetrip


Bagi rumah tangga yang daya listrik pas-pasan (450 watt), tentu sering mengalami mcb listrik tiba-tiba "jeglek" (off) saat menyalakan tv, atau alat rumah tangga lainnya. Penyebabnya, saat tv mau nyala terjadi lonjakan beban sehingga arus litrik yang terpakai juga ikut naik. Akibatnya mcb langsung off otomatis karena arus sudah melewati batas.

Pada daya 450 watt, atau 2 A, bila tegangan normal 220 volt maka daya maksimum adalah 220 kali 2 = 440 watt. Tapi pada daerah yang jauh dari gardu listrik, apalagi pada beban puncak jam 6 sore sampai 9 malam, tegangan bisa drop menjadi 180 sampai 200 volt saja. Artinya, dengan tegangan 200 volt jadi daya maksimum hanya 200x2 adalah 400 watt saja. Jadi konsumen dirugikan 50 watt.

Bila mcb sering jeglek, coba hitung ulang daya yang sudah terpakai. Hitung berapa watt tiap lampu yang ada, pemakaian kulkas, pompa air, tv, dll. Apakah totalnya sudah melebihi kemampuan mcb? Bila lebih, sudah waktunya Anda mengganti lampu dengan yang wattnya lebih rendah. Jangan menggunakan lampu TL, karena konsumsi listrik mendekati 180% dari daya yang tertulis pada TL. Hal ini karena adanya kumparan pada perangkat box TL. Gunakan lampu hemat energi. Atau berpikir untuk menaikkan daya listrik yang berarti menambah pengeluaran bulanan untuk bayar rekening listrik.

Teliti, perlengkapan listrik mana yang biasa menyebabkan mcb jeglek, biasanya televisi atau pompa air. Misalnya tv, maka pada tv ini kita tambahkan Resistor (tahanan).

Beli resistor di toko elektronik, bentuknya kotak panjang berwarna putih dengan elektroda pada kedua ujungnya. Pada badan resistor biasa tertulis sekian ohm dan wattnya (misal 10 ohm 20 watt). Harga berkisar 1 ribu sampai 3 ribu.

Caranya, kabel listrik dari tv ke jack listrik, ada 2 (satu ground satunya positif) potong salah satu saja. Kemudian resistor tadi disambungkan ke bekas kabel yang kita potong tadi. Sambungan bila perlu disolder, lalu diisolasi. Lebih jelasnya lihat gambar ini.


  



Hasilnya, coba sendiri. Dijamin listrik gak mudah jeglek lagi.